We are Different but Unique

perbedaanYang menjadikan kita sama adalah kita sama-sama makhluk terbaik yang diciptakan Allah, selebihnya kita berbeda. Aku dengan kromosom XX dan kau dengan kromosom XY. Aku berasal dari planet Venus sedangkan kau dari planet Mars (Hello kita kan sama-sama hidup di bumi??? ^^). Aku yang membedakan satu warna dasar menjadi berbagai warna sedangkan kau bisa menyebut berbagai warna dengan satu nama. Aku yang selalu ingin tahu dan mendengar cerita-ceritamu sedangkan kau yang selalu merasa cerita-cerita itu tidak penting untuk diceritakan dan masih banyak yang lainnya.
Yah, kita memang berbeda. Bahkan kitapun mempunyai bahasa yang berbeda.

Contoh 1.
Ketika seorang wanita merasa kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah yang begitu banyak dan seolah tak kunjung selesai, sejak bangun tidur pagi langsung mencuci, menanak nasi, mengepel lantai, menyetrika, belum lagi mengasuh anak-anak, kemudian suami pulang (misalnya) dari kantor, si wanita mengeluh “Rumah ini tidak pernah beres!”
Nah, jika kamu adalah wanitadan mendengar seorang Ibu rumah tangga mengeluh demikian dengan penampilan lesu (atau bahkan acak-acakan), apa yang langsung terbersit dalam pikiranmu? tentu saja, si istri ini ingin dibantu suaminya untuk membereskan rumah. Itu saja intinya, just it. Tetapi, apakah demikian yang dipikirkan oleh si suami? Tidak. Si suami akan melihat ke seluruh rumah dan menimpali, “Pernah juga sesekali rumah ini beres.” dan dia tidak melakukan apa-apa untuk membantu istrinya, nothing to do.
Inilah perbedaannya. Laki-laki tidak menganggap keluhan yang dilontarkan wanita tadi sebagai permohonan bantuan kepadanya. Tidak ada yang salah dengan rumah ini, mungkin itu yang ada dalam kepalanya. Padahal, maksud dari si wanita adalah dia menginginkan bantuan tetapi ia bermaksud menyampaikan pada sang suami dengan”lebih sopan”. Si wanita tidak mengatakan langsung “Tolong bantu aku untuk membereskan rumah ini” tetapi memilih kalimat, “Rumah ini tidak pernah beres” untuk meminta secara tidak langsung karena dia pikir itu lebih halus.

Contoh 2.
Seorang wanita berkata,”Rasanya kau tak pernah mendengarkan”. Maksudnya, ia tidak sungguh-sungguh mengharapkan kata “tak pernah” itu diartikan secara harfiah. Penggunaan kata “tak pernah” hanya sebagai ungkapan kekecewaan yang dirasakannya saat itu. Kata itu tidak dimaksudkan dalam artian “tidak pernah” yang sebenarnya.

Contoh 3.
“Aduh barang belanjaannya berat banget,nih” . kalimat ini maksudnya, “Tolong dong bantuin bawa barang belanjaanku.”
Dan banyak lagi contoh yang lainnya.

Untuk dapat mengungkapkan perasaan-perasaan secara utuh, wanita merasa berhak menggunakan berbagai macam penyangatan, kiasan-kiasan, dan penyemaran. Mereka sering menggunakan bahwa superlative, metaphor, dan generalisasi. Ingat lagi bahwa memang ‘perbendaharaan kata’ dan seni berbahasa dari kaum hawa memang sudah lebih banyak berkembang daripada pria. Nah, sayangnya terkadang kaum pria memaknainya secara faktual dan kadang-kadang mengakibatkan salah persepsi akibat salah memaknai makna yang dimaksudkan. Biasanya, para pria menanggapi dengan cara yang tidak mendukung.
Memang kadang wanita merasa bahasa yang digunakannya “lebih halus” dan tidak menyinggung perasaan. Barangkali jika digunakan pada sesama wanita ‘bahasa planet wanita’ ini akan sangat mudah dimengerti, tapi bagi laki-laki—yang tentunya suatu saat kelak pasti akan menjadi pasangan wanita juga. Misalnya, ketika meminta sesuatu, ia biasanya tidak memintanya langsung melainkan dengan menyindirnya. Contoh ketika melihat temannya membawa kue, misalnya, biasanya wanita ‘memintanya’ dengan mengatakan, “Wah kuenya enak tu!” atau “Eh ada kue! Siapa nih yang bawa…?” dan berbagai kalimat lain yang sebenarnya intinya meminta kue itu tapi menggunakan bahasa yang lebih halus.
Yap, wanita jarang menggunakan permintaan secara langsung, bukan berarti tidak pernah. Tetapi cukup sering juga melontarkan permintaan tak langsung. Jika pendengar tidak jeli maka tidak tahu apa yang dimaksudkan. Dalam pikiran seorang wanita, ‘gaya bicara’ yang semacam ini lebih sopan, tidak menyinggung perasaan. Otak wanita menguasai lebih banyak bahasa dan ia lebih bisa mengenali bahasa nonverbal yang tampak dari orang lain, sehingga ia ‘menciptakan’ cara berkomunikasi demikian ini. Dan ternyata tidak semua orang memahaminya—terutama lawan jenis, yaitu pria. Meski demikian, jangan salah, ada juga pria yang mengungkapkan gaya bahasa semacam ini lho! Biasanya, kalau yang diajak bicara dengan gaya semacam ini para cewek, maka mereka bakal langsung mengerti, sebab itulah bahasa ‘planet’ mereka.
Dengan adanya perbedaan gaya bahasa ini, wanita perlu melihat kapan ia perlu menggunakan bahasa ‘planet’ nya dan kapan ia harus menggunakan bahasa yang bisa dimengerti setiap orang—pernyataan dan permintaan langsung. Yakinlah, pria dengan daya kerja olah bahasa yang hanya menggunakan sebelah otaknya saja- jarang bisa memahami maksud ucapan kita yang sudah diperhalus, sekalipun maksud kita adalah untuk bersopan santun dalam bicara.
Pengungkapan perbedaan antara pria dan wanita ini bukan bermaksud untuk mendiskritkan salah satu pihak, melainkan untuk mengukuhkan bahwa wanita adalah wanita dan pria adalah pria. Perbedaan di antara mereka tidak lain merupakan perbedaan yang memang telah disetting untuk saling melengkapi. Kekurangan dan ketiadaan yang tidak dimiliki oleh salah satu pihak disempurnakan oleh pihak yang lain.
Sebenarnya, pria dan wanita adalah dua cabang dari satu pohon yang sama, dua bersaudara dari ayah dan ibu yang sama yaitu Adam dan Hawa. Keduanya tidak berbeda, berasal dari akar penciptaan yang sama sehingga secara global memiliki karakteristik kemanusiaan yang sama pula. Pria dan wanita memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama serta hak untuk memperoleh surga sebagai balasan dari amal kebaikan yang telah dikerjakannya.

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah (QS. Adz Dzariyat:49)”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s