Nikah Itu Perkara Besar, Tetapi Bukan Hal yang Ribet (1)

054755400_1426818643-cincin_nikah

“Mas,  nikah itu perkara besar, Gak bisa dibuat main-main. Nikah itu butuh persiapan yang nggak kecil, Ribet, Mas. Jangan disederhanakan kayak gitu. Nikah muda itu susah, Mas”

“Bukankah pernikahan itu butuh persiapan. Kadang nikah tidak sesederhana yang dipikirkan. Nikah itu hal besar yang tidak bisa digampang-gampangkan. Bukankah lebih baik kalau kita menyiapkannya dulu dengan matang baru bersiap untuk hidup berumah tangga?”

Benar. Nikah itu perkara besar. Tidak boleh digampang-gampangkan. Tapi juga tidak boleh diribet-ribetin. Jangan terlalu dianggap mudah, tapi juga jangan terlalu dianggap sulit.

Sayangnya,kita ini lebih sering banget mikir ribetnya dibanding mikir kemudahan yang diteladankan oleh Rasulullah dan sahabat terbaiknya. Sebenarnya, nikah dan berumah tangga itu mudah ketika dijalani dan dilaksanakan dalam rangka menggapai keridhaan Allah. Jangan sekedar dipikirin. Kalau hanya dipikirin tapi tak kunjung dijalanin, ya bakal ribet terus. Menjadi sangat rumit karena yang kita turutkan adalah rasa gengsi dan rasa takut yang berlebihan.

Bukankah yang seringkali membuat galau pasangan yang hendak menikah justru bagaimana mengadakan pesta nikahnya, undangannya, baju pengantinnya, serta beragam prosesi yang sebenarnya bukan hal-hal mendasar dari pelaksanaan akad nikahnya? Bukankah pasangan yang hendak menikah juga banyak yang memilih kekhawatiran yang berlebihan tentang bagaimana keadaannya usai berumah tangga?Begitulah, ketakutan dan rasa gengsi itulah yang sering kali membuat pernikahan terasa berat dan sulit disegerakan. Saudaraku, jangan mengutamakan gengsi. Karena gengsi hanyalah menumbuhkan kesombongan. Jangan terlalu takut terhadap masa depan usai pernikahan. Karena sungguh, Allah tak akan menyengsarakan hamba-Nya yang berkenan menikah demi menjaga kebaikan dan kemuliaan dirinya.

Satu hal lagi yang penting, jangan terlalu meninggikan standart finansial untuk pernikahan. Betapa banyak orang yang ingin bermewah-mewah dalam walimah hanya untuk menunjukkan gengsi di masyarakat. Percayalah, itu hanya akan mengurangi keberkahan pernikahan. Ingatlah, surga tertutup bagi pribadi yang sombong.

(Ahmad Rifa’I Rif’an_Ya Allah, Siapa Jodohku?_Wasiat 5&46)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s