Nikah Itu Perkara Besar, Tetapi Bukan Hal yang Ribet (2)

054755400_1426818643-cincin_nikah
“Saya terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawin…….. Di bayaaaar Tunai!”

Singkat padat dan jelas. Tapi tahukah makna ijab qabul perjanjian ikrar tersebut?

“Maka aku tanggung dosa dosanya si dia dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah di lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tua yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak anakku, jika aku GAGAL”
“Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk api neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”

Itulah perjanjian yang mengguncang arsy ar-Rahman, miitsaaqan ghalidhaa,

Itulah perkara besar, sangat besar, yang akan kau pertanggungjawabkan di hadapan Rabb mu

Jangan terlalu terpaku pada mahalnya biaya nikah, sewa gedung, catering, souvenir, dan segala hal yang tidak terlalu penting. Hal itu penting tapi ingat tidak terlalu penting.

Jangan terlalu terpaku dengan pernikahan orang lain, pernikahan anak orang lain yang meriahnya masya Allah, yang undangan nya saja glamour, gedung nya limited edition untuk disewa, souvenirnya sangat indah dan pantas dijadikan pajangan. Jangan! Itu akan menyusahkanmu sendiri. Gengsi itu membunuhmu.

Jangan terlalu terpaku dengan hal – hal yang kau sangkakan sendiri. Kau takut dengan gunjingan orang, kau takut dikira mampu tetapi hanya sederhana dan hal – hal lain yang kau takutkan. Jangan! Hal itu menyengsarakanmu. Itu hanya prasangkamu yang belum tentu orang lain melakukan itu terhadapmu. Jangan suka berprasangka lah!

Yang tahu kemampuanmu itu Allah dan dirimu sendiri. Aku tahu kau hidup bersosialisasi, aku tahu kau tidak hidup di hutan, kau mempunyai tetangga, teman, aku tahu. Tetapi Allah dan Rasul Nya tidak membebanimu untuk bermewah-mewah, Semampumu. Kau mampu mewah Silahkan asal jangan sampai berlebih-lebihan karena “ sesungguhnya orang-orang yang berlebih-lebihan (mubadzir) itu saudara syaithan dan syaithan sangat ingkar kepada tuhannya (QS. Al Isra’ : 27)”.

Semampumu. Kau mampu dengan sebuah hajatan sederhana yang menurutmu itulah kemampuanmu. Silahkan itu hakmu.

Kau takut dengan omongan orang “masak hajatan kayak gini?”, “kayaknya dia mampu deh lebih dari ini?”, “Wah, pasti untungnya banyak ni kalau hajatan seperti ini?” Hellooooo wake up! Sampai kapanpun omongan orang tak ada habisnya. Kau ingin berdamai dengan semua omongan orang. TIDAK BISA. Kalaupun bisa kau akan mengorbankan dirimu dan selamanya kau tidak akan pernah jadi dirimu sendiri.

 Kau lebih tahu tentang dirimu_ All of about you is you.

 K.

Advertisements

2 thoughts on “Nikah Itu Perkara Besar, Tetapi Bukan Hal yang Ribet (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s