Petunjuk Nabi Muhammad SAW. Saat Makan

sendok-garpu-di-atas-piringDiriwayatkan dengan shahih bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Aku tidak makan sambil bersandar

       Arti bersandar dalam hadits tersebut adalah (sebagian ulama) mengartikan dengan bersila. Ada juga yang menafsirkan, “bersandar pada sesuatu.” Ada juga yang menafsirkan bahwa artinya adalah bersandar ke samping. Salah satu dari tiga pengertian itu, bersandar ke samping itulah yang berbahaya saat makan karena bisa menghalangi proses masuknya makanan secara alami dalam kondisi yang wajar sehingga akan sulit mencapai lambung, bahkan bisa berakibat menekan lambung sehingga lambung tidak siap menerima makanan. Demikian juga karena posisi tubuh miring dan tidak tegak, makanan tidak akan mudah mencapai lambung. Usus kecil dan berbagai organ metabolisme menyempit dalam kondisi demikian, sementara lambung sendiri tidak berada pada posisinya yang alami karena posisinya justru tertekan ke lantai sementara di belakangnya punggung dengan dibatasi beberapa organ tubuh metabolisme dan organ pernapasan.

       Beliau juga pernah bersabda “Sesungguhnya aku duduk sebagaimana layaknya seorang hamba duduk. Aku juga makan sebagaimana seorang hamba makan.” Beliau makan sambil duduk iq’a. Diriwayatkan juga bahwa beliau duduk dengan tawarruk, di atas kedua lututnya saat beliau makan, telapak kaki kirinya diletakkan di punggung telapak kaki kanannya. Cara duduk beliau inilah cara duduk yang paling bermanfaat dan terbaik saat makan karena seluruh organ tubuh berada pada posisinya yang alami sebagaimana diciptakan oleh Allah, selain kandungan cara duduk ini terhadap adab-adab yang mulia.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya “Rasulullah pernah melarang seseorang makan sambil menelungkup.”

Beliau biasa makan dengan tiga jarinya. Itu cara makan terbaik.

      Setiap orang yang memperhatikan makanan dan segala sesuatu yang dimakan Rasulullah setiap hari pasti akan mendapatakan bahwa beliau tidak pernah menggabungkan antara susu dengan ikan, antara susu dengan asam susu (yogurt) atau antara dua jenis makanan  yang sama-sama panas, sama-sama dingin, sama-sama lengket, sama-sama berserat kasar, sama-sama berunsur pencahar, sama-sama kental, atau sama-sama cair. Beliau juga tidak pernah mencampuradukkan dua jenis makanan yang saling berlawanan, antara yang berserta kasar dengan yang berunsur pencahar, antara yang sulit dicerna dengan yang mudah dicerna, antara makanan panggang dengan makanan yang dimasak, antara yang segar dengan yang sudah didendeng atau dikeringkan, antara susu dengan telur, atau antara daging dengan susu. Beliau juga tidak mau menyantap makanan saat masih panas atau makanan kemarin yang dihangatkan lagi keesokan harinya atau makanan yang berbau amis dan terlalu asin, seperti makanan yang diawetkan, acar, dan ikan atau daging asin karena semua jenis makanan tersebut memang berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan dan kondisi tubuh yang prima.

      Disebutkan juga oleh Abu Nu’aim :”Rasulullah SAW. melarang tidur sesudah makan. Beliau menyatakan bahwa itu termasuk penyebab kerasnya hati. Oleh sebab itu, di antara kalangan medis adalah bila seseorang ingin menjaga kesehatannya, setelah ia bersantap malam, hendaknya ia berjalan beberapa langkah bila perlu hingga seratus langkah baru tidur sesudahnya. Bahkan kalangan dokter Muslim menganjurkan setelah makan malam sebaiknya shalat terlebih dahulu agar makanan betul-betul mencapai bagian bawah lambung sehingga mudah dicerna dan diproses dengan baik.

Beliau juga tidak terbiasa minum saat makan sehingga proses metabolisme menjadi rusak, terutama sekali apabila airnya dingin atau panas.

(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah_Metode Pengobatan Nabi SAW.)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s