Jangan Cintai Aku Apa Adanya!

 

Senandung sebentar ^^ karyanya Kak Tulus                                                                                         morning_flower_1_by_ernest_art-d4wfmyf     …

Kau trima semua kurangku… Kau tak pernah marah bila kusalah… Kau selalu memuji apapun hasil tanganku yang tidak jarang payah…..Jangan cintai aku apa adanya …..Jangan……….Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan……..

“Bukankah cinta itu menuntut kriteria yang rumit-rumit pada yang dicintainya? Bukankah cinta itu bersedia menerima keadaan kita apa adanya?”

“Sayang, aku mencintaimu apa adanya.” Percayalah, itu kalimat indah didengar tapi tak indah dirasa. Bukankah itu artinya dia manusia kerdil yang tak punya visi hidup? Sahabatku, tak ada cinta yang apa adanya. Cinta selalu mengharapkan perbaikan diri, perbaikan sikap, perbaikan hati. Cinta selalu mendambakan kebaikan bagi yang dicintainya. Jika dia mencintaimu apa adanya, sungguh percuma kau dicintai olehnya karena dia tak berperan sama sekali dalam perbaikan hidupmu.

                Jauhilah prinsip “menerima apa adanya” karena itu akan membuat pasangan suami istri berhenti memperbaiki diri. Tanamkanlah sikap terus-menerus menumbuhkan jiwa pembelajar. Jiwa yang tidak pernah puas terhadap kapasitas diri. Jiwa yang selalu ingin memperbaiki diri dari hari ke hari. Dengan sikap itu keluarga yang terbentuk nantinya semakin hari semakin berkembang potensinya dan menjadi semakin baik karakternya. Menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban yang terus berlanjut, semenjak dini hingga meninggal dunia. Dengan menjadi pembelajar sejati, kitapun akan menjadi manusia yang dinamis, yang terus berkembang dan berbeda dari sebelumnya. Tidak malah menjadi manusia statis yang merasa cukup dengan perolehan yang kini dinikmatnya.

                      People always change, begitulah, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang akan terus berubah setiap saat, baik fisik maupun kondisi lainnya. Dan sebaik-baiknya perubahan adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Rasulullah pun mewasiatkan, manusia beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Manusia yang merugi adalah yang hari ini sama dengan hari kemarin. Sedangkan, yang hari ini lebih buruk dari kemarin, dicap sebagai manusia yang celaka. Kata kuncinya adalah setiap hari, setiap detik manusia harus terus berubah ke arah yang lebih baik.

(Ahmad Rifa’I Rif’an_Ya Allah Siapa Jodohku?_Wasiat 31)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s