Apakah Aku Egois?

Gambar Sedih Danbo Wallapapers Wajah Galau MenangisDering telepon berbunyi, tertera nama “Ibu” di layar handphone ku,,, kuangkat dan mulailah pembicaraan “Assalamu’alaikum”,  “Wa’alaikumussalam Bu,”

Bagaimana kabarnya?Sehat semua? “Alhamdulillah sehat”, Ibu bagaimana?sehat? Bapak? Semuanya? “Alhamdulillah masih bisa beraktivitas” sambil terdengar batuk-batuk yang sepertinya tidak hanya berasal dari satu orang.“Lho batuk ta Bu?” Iya, ini pada batuk semua, yang kecil kemarin tidak masuk sekolah,, mbak mu juga sakit. Keluarga kakakmu dua-duanya juga sakit. “Lha kok nular Bu” sambil kuselingi senyum dan tertawa kecil dengan maksud menghibur, entah menghibur diriku sendiri atau ada yang terhibur juga di seberang sana. “iya, gak tahu ini kok pada barengan semuanya”

Mengalirlah pembicaraan seperti biasa dan Bapak juga ikut nimbrung dalam pembicaraan dan ikut angkat bicara

sampai akhirnya “ya sudah kalau keluarga yang di sana sehat semua , semoga sehat terus, sabar, selamat, dan seabreg doa lainnya yang memang selalu dipanjatkan kepada kami sebelum telepon ditutup…. “Assalamu’alaikum”
Wa’alaikumussalam wr.wb.

Awalnya aku merasa biasa saja,, tapi entah kenapa setelah aku sholat Isya’, suara Ibu, Bapak,celotehan keponakan-keponakan terdengar lagi. Air mataku mengalir tanpa kusadari

“Ya Allah, inikah teguran untukku…. Memang orang tua kami yang lebih sering telepon, tetapi kami juga tidak jarang telepon. Cuma permbicaraan telepon barusan benar-benar membuatku tersadar,,,

Tersadar akan doa yang selalu beliau ucapkan kepada kami sebelum menutup telepon dan pasti di setiap selesainya sholat dan di sela-sela waktu pasti selalu ada doa yang dipanjatkan untuk kami

Tersadar akan doa yang aku panjatkan untuk beliau, apakah selalu aku mendoakannya? Mendoakan untuk kesehatannya, keselamatannya, dan kebahagiaanya?

Tersadar bahwa hidup tak melulu tentang kebahagiaanku, tentang senyumku, dan segala tentang diriku… ada orang-orang yang senantiasa berdoa untukku siapapun itu

Tersadar bahwa jika kita mendoakan orang lain maka Malaikatpun akan mengaminkan doa yang serupa untuk kita

Tersadar akan hukum menanam dan menuai itu berlaku entah disadari atau tidak

Tersadar bahwa “tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula” termasuk doa

Tersadar bahwa Allah selalu menegur dan mengingatkan, hanya saja aku yang tidak peka

“Rabbanaa dhalamnaa anfusana wa inlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minalkhasiiriin”

K.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s