Sepatu Orang Lain

memilih-sepatu-dari-bentuk-kakiPelajaran Kehidupan– SAYA BELAJAR, bahwa orang yang berprasangka buruk kepada orang mukmin adalah dikarenakan keburukan itu ada pada dirinya lalu menyangka orang lain seperti itu…

(baca baik-baik kalimat itu kawan!)

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga Rp 500.000,00. Ketika kawan kita membeli tas tangan seharga Rp. 5.000.000,00, kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia belanja tak pakai uang kita dan ternyata ia sudah berhemat (tas itu dibeli setelah ada diskon 90%) untuk tidak membeli tas seharga Rp. 50.000.000,00 yang sebetulnya sangat sanggup ia beli dengan kemampuan penghasilannya…

Kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami. Ketika kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang ia gegabah. Kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi. Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya…

Kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga. Ketika kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai, kita bilang ia menggadaikan masa depan anak. Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita, berbicara lebih lembut kepada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk untuk penjagaan anak-anaknya…

Kita hanya mampu mengatur uang belanja Rp. 5.000.000,00 sebulan. Ketika kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai Rp 25.000.000,00 kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Pinjam uang pun tidak. Ternyata mereka memberi sedekah lebih banyak dari uang belanjanya. Ternyata ia tak pernah lupa membayar zakat….

Kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan di luar sepengetahuan kita.

Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita

Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita

Jangan menggunakan kacamata kita untuk menilai orang lain

Penampilan luar belum tentu seperti situasi dan kondisi aslinya

Mungkin itulah kenapa sepatu kaca Cinderella only fits for her

Every life we’re living only has one size for each of us…..

Jaga hati jangan sampai terkotori prasangka, jaga lisan supaya tidak mudah menyakiti orang lain sekalipun dengan candaan, jaga segala amanah yang Allah berikan untuk kita. karena kelak kita tidak dimintai pertanggungjawaban tentang orang lain, kehidupan orang lain. Kita akan mempertanggungjawabkan diri kita sendiri.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Pada hari kiamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim)

Belajar dari sekarang, karena untuk menjadi lebih baik memang harus belajar. WAJIB BELAJAR.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s