Perjalanan Tauhid

11_1_fall_image SavonoffKisah ini merupakan kisah nyata yang dialami ustadz Jalal_Bogor. Kisah ini dimuat dalam buku Kun Yusuf Mansur karya Masagus A. Fauzan Yayan.

Pengalaman berkesan dengan ustadz Yusuf Mansur yaitu waktu saya datang ke Daarul Qur’an, saya tanya sama ustadz, “Ustadz, saya dari pondok, apa pekerjaan saya sekarang?” “Ya udah kerjamu ngaji”. Ngaji saja kerja kamu di sini, mulai besok siap ya kamu ngaji,” saya mengiyakan. Saya berangkat dari kampung meninggalkan istri dan dua anak. Rencananya mau mencari pekerjaan. Ternyata sampai di Daarul Qur’an bukan disuruh kerja, tapi ngaji.

“Mulai besok, Jal kamu hafalin surah Al Waqi’ah.”saya langsung menjawab “sudah hafal Ustadz,’ “Wah hebat ente udah hafal. Ya udah sekarang antum shalat hajat empat raka’at, masing-masing rakaat baca surah Yasin, Tabarok, Ar-Rahman, Waqi’ah, lanjutnya. Saya Tanya, “Buat apa ustadz?” beliau jawab, “ Buat Daarul Qur’an, buat hajatnya,”. Setiap ba’da shalat Isya sayapun mengerjakan shalat hajat.

Sementara itu, istri saya kirim SMS kalau di rumah sudah tidak memiliki bekal. Uang di tangan istri saya tinggal seribu, itupun dapat pinjam dari tetangga. Saya lalu SMS ustadz, tapi nggak dibalas sama sekali, saya menangis, saya lalu mengadu sama eyang saya. Saya bilang ke eyang saya di Yusuf Mansur kok malah begini, jadi susah. Saya kembali kirim SMS ke ustadz. Saya bilang, ustadz bagaimana istri saya? Kalau ustadz nggak mau bantu, saya kasbon deh nanti saya ganti kalau saya ada uang, tapi SMS itu juga nggak dibalas. Ya Allah. Terakhirnya Continue reading

Advertisements

Don’t make a conclusion so fast

Desert-wallpapers-desktop-background-freeDahulu kala ada seorang petani miskin yang memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi, sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya.

Keesokan harinya kuda itu hilang dari kandang nya, maka teman-temannya berkata :”Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang..” Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda liar lainnya… lalu teman-temannya berkata :”Wah beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan”. Si petani tetap hanya diam saja..

Beberapa hari kemudian anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan Continue reading

Tentang Pernikahan

ijab-kabulHari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tidak ada satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi Ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan Ibu tempo hari “Jadi juga kau nikah sama ‘ Buntelan Karung Hitam’ itu? Duh, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘ Buntelan Karung Hitam’

“Kamu sudah kena pellet barangkali, Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu!!” sambung Ibu lagi. “Cukup Bu!Cukup!Tak usah Ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama Ibu?” Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan Ibu dengan sedikit emosi.

Rupanya Ibu agak tersingggung mendengar ucapanku, “Oh…. Rupanya kau lebih memilih perempuan itu ketimbang keluargamu, baiklah Yanto. Silahkan kau menikah, tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini!!”

DEGG!!!!! Continue reading

TEMPE DAN TELUR HANGUS

Malam yang diguyur gerimis dan kabut tipis membuat tubuh ini menggigil kedinginan.Suasana seperti ini membuatku teringat masakan Ibu.
hand-made-polished-kitchen-wooden-font-b-chopping-b-font-font-b-board-b-font-blackIbu yang bangun di pagi buta tak kenal lelah bekerja sepanjang hari.Ia membereskan rumah seorang diri. Hingga tiba jam makan malam pun Ibu masih saja sibuk di dapur kecil kami.

Tepat jam tujuh malam. Ibu selesai menghidangkan  makan malam untuk Ayah. Sangat sederhana, hanya telur mata sapi, tempe goreng, sambal, dan nasi.

Sayangnya karena sibuk mengurusi adik yang terus merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit hangus. Aku melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak dapat berbuat apa. Minyak goreng pun sudah habis.

Kami menunggu reaksi ayah sepulang kerja. Penasaran apa yang akan dikatakannya begitu melihat makan malamnya hanya tempe goreng dan telur hangus. Namun, ini yang tak kami sangka-sangka. Ayah Continue reading

MENUNGGU GILIRAN

funny_2fejnr9p

Alkisah ada tiga karyawan berprestasi dari sebuah perusahaan. Mereka mendapatkan hadiah tur gratis ke luar negeri. Karyawan pertama bernama Amir sebagai koordinator, Ujang, dan Umar. Perusahaan memberikan fasilitas penginapan hotel berbintang 5 dan mendapatkan kamar di lantai 45.

Setelah seharian city tour, shopping, dan berwisata kuliner, tibalah waktunya kembali ke hotel tempat mereka beristirahat. Tanpa terasa ternyata jam sudah menunjukkan pukul 01.00. sesampainya di lobi hotel, tiba-tiba lampu mati dan lift juga mati, jadi mereka bertiga sepakat untuk naik tangga darurat.

Amir sebagai koordinator berinisiatif membagi tugas agar tidak terasa capek naik sampai lantai 45. Lantai 1-15 Amir akan bercerita yang lucu-lucu. Mulai lantai 16-30 Ujang akan bercerita hal-hal yang seram. Sedangkan, mulai lantai 31-45 Umar mendapat tugas untuk cerita yang sedih-sedih.

Mereka bertigapun Continue reading

SANDAL JEPIT ISTRIKU

Berikut adalah sebuah cerita pendek yang barangkali bisa menambah ilmu tentang cinta. Cerita ini diambil dari buku “Halaqah Cinta”

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala. Duh… betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia nggak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan. “Ummii Ummii kapan kau dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau nggak keasinan, kemanisan. Kalau gak keaseman, ya kepedasan!”Ya, aku nggak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

Continue reading